JAKARTA, Mediain.id – Karya ilmiah terbaru berjudul “Jalan Terjal Demokrasi” yang ditulis oleh Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Mansyur Achmad KM bersama Saifuddin Al Mughniy, hadir menawarkan refleksi kritis terhadap perjalanan panjang demokrasi di Indonesia.
Buku ini memotret dinamika politik dan sosial yang mewarnai praktik demokrasi di tanah air. Tidak hanya sekadar mengulas teori, karya ini juga menyumbangkan gagasan orisinal dengan menegaskan bahwa demokrasi sejati harus berakar pada nilai moral, etika, dan kearifan lokal bangsa Indonesia.
Namun demikian, di tengah kekayaan gagasan yang diusung, “Jalan Terjal Demokrasi” juga membuka ruang diskusi dan kritik, terutama terkait sejauh mana konsep demokrasi berbasis nilai lokal mampu bersaing dengan tantangan globalisasi dan sistem politik modern yang terus berubah.
Selama ini, kajian demokrasi di Indonesia memang banyak dipengaruhi teori Barat. Buku ini hadir untuk menantangnya dengan menawarkan perspektif lokal. Meski demikian, pembaca kritis mungkin bertanya sejauh mana teori demokrasi berbasis budaya dapat diterapkan secara praktis dalam konteks birokrasi dan politik elektoral yang kerap diwarnai kepentingan pragmatis.
Dengan gaya penulisan lugas dan argumentatif, buku ini berhasil mengajak pembaca menelusuri realitas politik Indonesia. Prof. Mansyur Achmad menyoroti benturan antara idealisme demokrasi dan kenyataan di lapangan,mulai dari integritas pemilu hingga kualitas partisipasi publik.
“Demokrasi bukan sekadar sistem politik, melainkan cerminan kedewasaan bangsa dalam mengelola perbedaan. Alhamdulillah, ini merupakan buku ke 12 yang saya tulis, sebagai bentuk pengabdian akademik untuk negeri,” ujar Prof. Mansyur dalam pengantarnya.
Meski demikian, sebagian kalangan akademik menilai perlunya pembahasan lebih mendalam mengenai bagaimana nilai moral dan pendidikan politik yang dimaksud dapat diterjemahkan dalam kebijakan publik yang konkret.
Selain menyajikan analisis teoritis, buku ini menelusuri perjalanan demokrasi Indonesia dari masa ke masa. Namun, tantangan yang tersisa adalah mempertemukan warisan nilai tradisional dengan realitas politik kontemporer yang serba digital dan cepat berubah.
Buku ini dilengkapi prolog dari Prof. Hironimus Rowa dan Prof. Muh Ilham, yang memberikan pandangan filosofis dan empirik tentang pentingnya menjaga marwah demokrasi. Meski demikian, pembaca dapat merasakan bahwa masih ada ruang untuk memperkuat dimensi implementatif agar gagasan besar dalam buku ini lebih membumi.
Dengan desain sampul bergambar tangan-tangan terangkat, simbol partisipasi rakyat “Jalan Terjal Demokrasi” tampil sebagai seruan moral dan intelektual bagi generasi muda. Namun, sebagaimana judulnya, jalan menuju demokrasi yang ideal memang terjal dan buku ini baru membuka sebagian dari percakapan panjang itu.
Buku tersebut diterbitkan oleh Media Nusa Creative (MNC Publishing), karya ini layak dibaca bukan hanya sebagai refleksi akademik, tetapi juga sebagai bahan kritik dan pemantik dialog tentang masa depan demokrasi di Indonesia.
Comment