Poltekes Kemenkes Makassar Gelar Skrining Hepatitis B bagi Ibu Rumah Tangga

MAKASSAR, Mediain.id – Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan Makassar melaksanakan pemeriksaan skrining penyakit Hepatitis B bagi ibu rumah tangga di Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Jumat (26/10/2025).

Adapun anggota yang terlibat yaitu Syahida Djasang, Zulfikar Ali Hasan, Hikmawati Mas’ud

Kegiatan ini difokuskan pada tes SGOT, SGPT, dan HBsAg untuk mendeteksi dini potensi infeksi virus Hepatitis B.

Ketua Pelaksana Poltekes Kemenkes Makassar, Artati, menjelaskan bahwa skrining ini penting dilakukan mengingat Hepatitis B merupakan penyakit serius yang menyerang organ hati.

“Hati ibarat dapur tubuh yang bertugas menyaring racun dan mengolah makanan. Jika hati terganggu akibat virus Hepatitis B, maka seluruh fungsi tubuh bisa ikut bermasalah,” jelas Artati, Senin (10/11/2025).

Hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV) yang menular melalui kontak darah atau cairan tubuh, penggunaan alat pribadi bersama seperti sikat gigi dan alat cukur, hubungan seksual tanpa pengaman, hingga penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan.

Gejala penyakit ini sering kali tidak disadari, karena banyak penderita tidak menunjukkan tanda-tanda apapun. Jika muncul, biasanya gejala timbul 1–4 bulan setelah terinfeksi, berupa rasa lemas, hilang nafsu makan, mual, muntah, nyeri perut, hingga kulit dan mata menguning.

Menurut Artati, alasan utama perlunya skrining adalah untuk deteksi dini, pencegahan penularan ibu ke bayi, melindungi keluarga, dan mencegah komplikasi serius.

Tes skrining dilakukan dengan HBsAg untuk mengetahui ada tidaknya virus, serta SGOT dan SGPT guna melihat kondisi kesehatan hati.

“Kalau hasil tes positif, masyarakat jangan panik. Segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut, hindari alkohol, dan jalani pola hidup sehat. Edukasi keluarga juga penting agar mereka bisa ikut diperiksa atau divaksin,” tambahnya.

Poltekes Kemenkes Makassar juga mengingatkan langkah pencegahan Hepatitis B bagi yang belum terinfeksi, yakni vaksinasi, hubungan seksual aman, tidak berbagi jarum suntik atau barang pribadi, serta menghindari praktik tato dan tindik yang tidak steril.

Sementara bagi yang sudah terinfeksi, masyarakat diminta tidak mendonorkan darah, memberi tahu dokter saat berobat, menjaga agar darah atau cairan tubuh tidak menularkan ke orang lain, dan menerapkan gaya hidup sehat.

Dengan adanya skrining rutin, diharapkan kasus Hepatitis B dapat terdeteksi lebih awal sehingga masyarakat terlindungi dari dampak serius penyakit ini.

Comment