GOWA, Mediain.id — Setelah hampir 24 jam dilakukan pencarian intensif, lima warga Desa Bontolempangan yang dilaporkan tersesat di kawasan Hutan Maranne, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Penemuan ini menjadi akhir bahagia dari operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI-Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat sekitar.
Empat warga Dg Patto, Ramalan, Sangnging, dan Amal pertama kali ditemukan oleh tim gabungan di kawasan Balla Borong, Lingkungan Kareta, Kelurahan Sapaya.
Kondisi mereka lemah akibat kelelahan dan kurangnya asupan makanan, namun masih mampu berjalan saat dievakuasi. Sementara satu korban lainnya, Dg Ngaha, ditemukan setelah berhasil keluar sendiri melalui jalur alternatif di Kampung Kaccia, Desa Bontolempangan.
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, dan Kapolres Gowa AKBP M. Aldy Sulaiman yang terjun lansung di lokasi pencarian, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh tim yang bekerja tanpa henti.
“Alhamdulillah, semua korban dapat ditemukan dengan selamat. Ini tidak lepas dari kerja keras seluruh unsur, baik TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, relawan, maupun masyarakat. Saya menyaksikan langsung bagaimana tim bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah. Kolaborasi seperti inilah yang harus terus kita jaga,” ujar Darmawangsyah. Rabu (10/12/2025)
Ia menyebutkan bahwa medan hutan Maranne dikenal berat, dengan jalur yang terjal dan jarak pandang yang terbatas. Kondisi itu membuat operasi pencarian menjadi lebih menantang.
“Medannya luar biasa sulit—curam, licin, dan jarang ada sinyal. Namun semangat tim tidak pernah surut. Ini operasi kemanusiaan yang sangat kita prioritaskan,” tambahnya.
Setelah ditemukan, seluruh korban langsung dibawa menuju puskesmas terdekat untuk pemeriksaan kesehatan. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengalami kelelahan, dehidrasi ringan, dan sebagian mengalami lecet di bagian kaki akibat berjalan di medan ekstrem.
Setelah dinyatakan stabil, kelima korban kemudian dipindahkan ke Posko Pencarian di Desa Bontolempangan untuk pemulihan dan pendataan.
Kapolres Gowa, AKBP Aldy Sulaiman, turut mendampingi proses evakuasi dan memastikan seluruh prosedur berjalan aman.
“Alhamdulillah seluruh korban sudah ditemukan. Kami dari Polres Gowa bersama seluruh unsur memastikan proses pencarian dilakukan secara maksimal. Hutan Maranne ini luas dan rimbun, sehingga kami harus membagi tim ke beberapa sektor agar pencarian lebih efektif,” jelas Kapolres.
Ia juga memaparkan bahwa minimnya persiapan sebelum memasuki hutan menjadi pemicu utama para korban tersesat.
“Dari hasil evaluasi sementara, mereka tidak membawa bekal yang cukup dan tidak menyiapkan perlengkapan navigasi. Akibatnya kondisi fisik melemah dan orientasi arah terganggu. Mereka keluar hutan melalui jalur berbeda dari jalur masuk,” terangnya.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dan aparat keamanan, Kapolres Gowa bersama Wakil Bupati secara langsung menyerahkan bantuan sembako kepada kelima korban setelah proses pemulihan di posko.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kondisi korban dan keluarga setelah mengalami peristiwa yang cukup menguras tenaga dan mental.
Tidak lupa, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kesiapan sebelum memasuki area hutan.
“Jangan hanya mengandalkan hafalan jalur. Bawalah bekal, alat komunikasi cadangan, dan pastikan memberi tahu keluarga atau aparat desa sebelum masuk ke kawasan hutan. Ini penting untuk keselamatan,” tegas Kapolres.
Wakil Bupati Gowa juga menyampaikan pesan serupa.
“Kejadian hari ini menjadi pelajaran berharga. Semoga tidak terulang lagi. Kami meminta masyarakat memperhatikan aspek keselamatan sebelum melakukan aktivitas di hutan,” ujarnya.
Sebelumnya, telah diberitakan lima petani asal Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa dilaporkan hilang setelah pergi mencari rotan di kawasan Hutan Pinus Marenne Rappodaeng, Lingkungan Rappodaeng, Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya, Selasa (9/12/2025).
Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, membenarkan laporan tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, kelima warga berangkat sekitar pukul 07.00 WITA dengan tujuan mencari rotan di dalam kawasan hutan.
Namun hingga memasuki dini hari, kelima orang tersebut tidak kunjung kembali ke rumah. Kondisi ini membuat keluarga khawatir hingga akhirnya melaporkan kejadian itu kepada aparat setempat, yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Bontolempangan.
“Iya benar, kami telah menerima laporan lima orang dilaporkan hilang,” ujar AKBP Aldy, Rabu (10/12/2025).
Ia menduga, kelima warga tersebut tersesat di kawasan hutan yang dikenal memiliki medan cukup berat dan sulit dilalui.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Gowa langsung mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, Tim SAR, serta BPBD Kabupaten Gowa untuk melakukan pencarian di lokasi.
“Sementara tim gabungan masih melakukan pencarian di lokasi. Doakan supaya lima orang ini segera ditemukan,” ungkapnya.
Kelima warga yang dilaporkan hilang masing-masing bernama Dg Patto, Dg Ngaha, Ramalan, Sangging, dan Amal. Mereka diketahui merupakan warga Dusun Lemoa, Desa Bontolempangan.
AKBP Aldy juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, terkait upaya pencarian tersebut. Keduanya bahkan turun langsung ke lokasi guna memastikan proses pencarian berjalan maksimal.
“Kami datang ke lokasi untuk berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian,” kata Darmawangsyah Muin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar kelima petani tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Doakan saja agar lima orang ini segera ditemukan. Kami akan memaksimalkan operasi penyelamatan,” pungkasnya.
Comment