Jalan Poros Tenggelang Luyo Masih Memprihatinkan

‎Polewali Mandar, Mediain.id – Akses jalan poros Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, hingga kini masih sangat memprihatinkan. Jalan tersebut merupakan akses utama bagi lima dusun, yakni Dusun Sepang, Tabbasala, Sangreko, Kakkangan, dan Banua Kayyang, namun harus melewati dua sungai tanpa jembatan.

‎Kondisi ini telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penanganan serius. Saat musim hujan dan debit air sungai meningkat, akses jalan sering terputus total, sehingga melumpuhkan aktivitas masyarakat.

‎Jalan poros ini menjadi jalur vital bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan, khususnya kebun sawit seluas sekitar 800 hektare yang dikelola oleh warga. Tidak adanya jembatan menyebabkan aktivitas ke kebun terganggu dan pengangkutan hasil panen sawit menjadi terhambat, berdampak langsung pada penurunan pendapatan masyarakat.

‎Selain menghambat perekonomian, kondisi jalan tersebut juga menyulitkan akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pelayanan pemerintahan desa. Warga dari lima dusun mengaku resah dan kecewa atas minimnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

‎Masyarakat berharap pemerintah daerah dan provinsi segera turun langsung meninjau kondisi jalan serta membangun jembatan permanen di dua titik sungai demi keselamatan, kelancaran distribusi hasil kebun, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‎“Kalau sungai banjir, hasil sawit tidak bisa keluar. Kami sangat dirugikan,” ungkap salah seorang warga Desa Tenggelang.

Comment