Dugaan Aksi Teror di Makassar, Dishub dan PD Parkir Diserang

MAKASSAR, Mediain.id — Dua instansi Pemerintah Kota Makassar diduga menjadi sasaran aksi teror komplotan bermotor pada Kamis (15/01/2026) malam.

Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar dan Perumda Parkir Makassar diserang oleh sekelompok pelaku yang datang secara bergerombol menggunakan sepeda motor.

Aksi tersebut kini dalam penyelidikan Tim Jatanras Polrestabes Makassar bersama Opsnal Polsek Mariso. Polisi mendalami dugaan teror karena penyerangan dilakukan secara beruntun, terarah, dan menyasar fasilitas milik pemerintah.

Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Hamka, mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan penyidikan di dua lokasi kejadian dengan memaksimalkan analisis rekaman kamera pengawas (CCTV).

“Kami dari pihak Jatanras dan Opsnal Polsek Mariso saat ini melakukan penyidikan penyerangan di Perumda Parkir Kota Makassar dan juga di Dinas Perhubungan Kota Makassar,” kata AKP Hamka, Jumat (16/01/2026) saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan hasil analisa sementara, penyerangan tersebut diduga dilakukan oleh sekitar 13 orang pelaku yang bergerak menggunakan tujuh unit sepeda motor.

Seluruh rangkaian aksi komplotan bermotor tersebut terekam jelas kamera CCTV.

“Untuk yang kami lakukan saat ini adalah analisa CCTV untuk mencari dan mengidentifikasi para pelaku,” terangnya.

AKP Hamka menegaskan dari hasil pantauan CCTV terlihat adanya unsur kesengajaan dalam aksi penyerangan tersebut. Para pelaku diduga sengaja datang ke lokasi untuk melakukan teror terhadap instansi pemerintah.

“Kalau kita lihat dari hasil pantauan CCTV, memang ada unsur kesengajaan. Pelaku sengaja datang untuk melakukan penyerangan,” ujar AKP Hamka.

Dari hasil penelusuran awal, aksi teror komplotan bermotor tersebut pertama kali menyasar Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar. Setelah itu, kelompok yang sama diduga bergerak ke Perumda Parkir Makassar Raya dan kembali melakukan penyerangan.

“Informasinya, Dishub lebih dulu diserang, setelah itu baru bergerak ke PD Parkir,” paparnya.

Polisi menduga penyerangan di dua instansi tersebut dilakukan oleh kelompok pelaku yang sama. Dugaan tersebut masih terus didalami dengan memperkuat bukti serta mencocokkan rekaman CCTV dari kedua lokasi.

Dalam proses penyidikan, pihak kepolisian telah memeriksa tiga orang saksi. Selain itu, petugas juga memaksimalkan penelusuran CCTV di sekitar lokasi kejadian serta jalur yang dilalui komplotan bermotor sebelum dan sesudah melakukan penyerangan.

“Untuk saksi, ada tiga orang yang sudah kami mintai keterangan,” sebutnya.

Akibat aksi teror tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca. Meski demikian, tidak terdapat korban luka karena kedua lokasi dalam keadaan kosong saat kejadian.

“Untuk korban luka tidak ada, karena saat kejadian kondisinya kosong,” tambahnya.

Terkait motif penyerangan, termasuk dugaan kuat adanya unsur teror terhadap instansi pemerintah, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Nanti kita selidiki dulu apa motifnya,” tutup AKP Hamka.

Comment