Komitmen Kementerian Pertanian Dukung Hilirisasi Percepatan Produksi Benih Perkebunan di Mamuju

oppo_32

‎Polewali Mandar, Mediain.id, 4 Februari 2026 – Program hilirisasi percepatan produksi benih perkebunan di wilayah Kabupaten Mamuju terus menunjukkan perkembangan positif. Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk tetap konsisten dengan hasil pertemuan nasional para produsen benih yang sebelumnya dilaksanakan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

‎Pertemuan tersebut dihadiri oleh produsen benih perkebunan dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam forum itu, seluruh pihak sepakat bahwa tujuan utama program hilirisasi ini adalah memberdayakan produsen benih tanaman perkebunan di masing-masing provinsi secara profesional, berkelanjutan, dan berkeadilan, tanpa menimbulkan resistensi antarwilayah.

‎Kesepakatan bersama tersebut menegaskan bahwa setiap wilayah memiliki hak dan peran strategis dalam pengembangan dan percepatan produksi benih perkebunan sesuai dengan potensi lokalnya. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian benih nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen di daerah.

‎Hingga saat ini, para produsen benih di seluruh Indonesia terus melakukan koordinasi aktif guna memastikan percepatan program berjalan sesuai dengan arah kebijakan yang telah disepakati. Koordinasi ini menjadi kunci dalam menjaga sinergi antara pemerintah pusat dan produsen di daerah.

‎Secara khusus, produsen benih di Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan harapan besar agar Kementerian Pertanian tetap berkomitmen menjalankan program hilirisasi berdasarkan pembagian wilayah masing-masing. Komitmen tersebut dinilai sangat penting bagi keberlanjutan usaha produsen benih lokal serta penguatan sektor perkebunan di Sulawesi Barat.

‎Program hilirisasi percepatan produksi benih perkebunan ini diharapkan mampu menjadi tonggak penting dalam pembangunan pertanian nasional, dengan menjadikan produsen benih daerah sebagai pilar utama dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan benih Indonesia.

‎Alfian mengungkapkan harapannya agar percepatan produksi benih perkebunan di wilayah Provinsi Sulawesi Barat dapat berjalan dengan lancar, terarah, dan berkelanjutan. Menurutnya, kelancaran program tersebut menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan hilirisasi benih perkebunan agar benar-benar tepat sasaran.

‎Ia menegaskan bahwa percepatan produksi benih harus dilaksanakan sesuai dengan komitmen wilayah yang telah disepakati bersama, sehingga produsen benih lokal dapat berperan optimal dalam mendukung pembangunan sektor perkebunan daerah. Dengan demikian, manfaat program hilirisasi tidak hanya dirasakan secara nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi produsen dan petani di Sulawesi Barat.

Comment