Inovasi UMKM di Ramadan Bangkit: Coto Bakar Jadi Buruan Warga

Bantaeng, Mediain.id – Inovasi kuliner kembali mewarnai gelaran Ramadan Bangkit Volume 2 di alun-alun Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Di tengah semarak festival yang menjadi magnet warga untuk berburu takjil dan hidangan berbuka, sebuah konsep berbeda dari olahan coto sukses menyita perhatian publik.

Gerai bertajuk “Mr. Coto Bakar” tampil menawarkan pengalaman baru menikmati salah satu kuliner ikonik Sulawesi Selatan.

Berbeda dari penyajian lazim yang langsung disuguhkan berkuah, daging coto di tempat ini terlebih dahulu dibakar di atas bara api.

Proses tersebut menghasilkan aroma asap yang khas sekaligus memperkaya rasa sebelum akhirnya disiram kuah rempah yang kental.

Salah satu mitra Mr. Coto Bakar, Said menjelaskan bahwa usaha tersebut masih tergolong baru karena dirintis sejak September tahun lalu.

Keikutsertaan dalam Ramadan Bangkit Volume 2 menjadi momentum perdananya memperkenalkan konsep coto bakar kepada masyarakat luas.

“Kami ingin memberikan informasi kepada masyarakat Bantaeng bahwa coto itu tidak selamanya hanya berkuah. Kita berinovasi dengan cara dibakar. Selain aromanya, porsi yang kami sajikan juga termasuk lebih besar,” ucap Said, Minggu (22/2/2026) sore.

Menurutnya, antusiasme pengunjung pada hari pertama penyelenggaraan festival menjadi sinyal positif bagi pelaku UMKM yang berupaya menghadirkan diferensiasi produk di tengah persaingan kuliner Ramadan.

Ia menilai ajang seperti ini bukan sekadar ruang transaksi, tetapi juga sarana edukasi rasa dan kreativitas.

“Bagi yang penasaran mencicipi uniknya coto bakar ini, Mr. Coto Bakar akan hadir hingga tanggal 17 Maret mendatang,” ucapnya.

Ia pun memaparkan jadwal pelayanan bagi masyarakat yang ingin mencoba sajian tersebut selama festival berlangsung.

“Tenant Mr. Coto Bakar ini mulai melayani pelanggan dari pukul 16.30 WITA hingga 22.00 WITA pada hari biasa, dan buka hingga pukul 02.00 dini hari saat akhir pekan (weekend).” pungkasnya.

Comment