Makassar, Mediain.id – Seorang pria berinisial AH (27) diringkus aparat kepolisian setelah hampir tiga bulan melarikan diri usai menghabisi nyawa adik kandungnya sendiri, Ayyub Febriansyah (25), di Makassar, Sulawesi Selatan.
Penangkapan dilakukan setelah tim gabungan melacak keberadaan pelaku hingga ke luar daerah.
“Resmob Polda Sulsel bersama Polsek Bontoala melakukan penangkapan pelaku tindak pidana penganiayaan yang menghilangkan nyawa orang lain,” ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, Rabu (25/2/2026).
Pelaku diamankan saat berada di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu (25/2) dini hari. Berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi penikaman itu dipicu persoalan internal keluarga yang berujung dendam.
“Jadi memang antara pelaku dan korban ini adik kakak kandung. Kejadiannya sebetulnya karena sakit hati, ada konflik keluarga,” katanya.
Permasalahan disebut bermula dari tudingan pelaku terhadap korban yang dianggap membiarkan kamar dalam keadaan berantakan.
Ketegangan itu memicu pertengkaran fisik sebelum akhirnya dilerai pihak keluarga. Situasi sempat mereda dan korban mengira persoalan telah usai.
“Pada saat itu kemudian dilerai oleh keluarganya, hingga satu minggu setelahnya korban berpikiran masalah sudah selesai,” jelas Wawan.
Namun, pelaku ternyata masih menyimpan amarah. Sepekan setelah insiden perkelahian, ia mengambil barang-barangnya dari rumah dan membawa sebilah parang.
Pelaku kemudian mendatangi korban yang sedang makan siang di sebuah warung. Cekcok kembali terjadi hingga berujung penikaman.
“Jadi sudah dilakukan perkelahian, kemudian juga ditikam (korban) oleh pelaku sebanyak lima tusukan sampai korban meninggal dunia,” tutur Wawan.
Peristiwa tragis tersebut sebelumnya terjadi di Jalan Gunung Latimojong, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, pada Senin (1/12/2025) pagi, tidak jauh dari kediaman korban.
Warga menemukan korban dalam kondisi terkapar dengan luka serius dan berlumuran darah.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari dan bersembunyi di rumah warga sambil meminta pertolongan. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong akibat luka tikaman yang dideritanya.
“(Kondisi korban) Sudah ditusuk, bersimbah darah di sini di belakang pintu. Sempat minta tolong di saya bilang, ‘angkat ka dulu’, minta tolong,” ujar warga setempat, Rafli kepada wartawan.
Comment