Makassar, Mediain.id – Korps HMI Wati (KOHATI) Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Intensive Session: Diseminasi Tata Kelola Training KOHATI secara daring melalui Google Meet, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua KOHATI Cabang serta pengurus bidang pendidikan dan pelatihan (Diklat) dari berbagai cabang di wilayah Badko HMI Sulsel.
Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi sekaligus penguatan pemahaman bersama terkait sistem pengelolaan training KOHATI yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, pengurus cabang diharapkan memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan proses kaderisasi di lingkungan Korps HMI-Wati.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KOHATI Badko HMI Sulsel, Ita Rosita menegaskan pentingnya penguatan tata kelola training sebagai langkah untuk mendukung kinerja pengurus KOHATI di tingkat cabang.
“Proses sosialisasi terkait tata kelola Training KOHATI sangat penting khususnya yang ada diwilayah Sulsel dikarenakan ada beberapa cabang yang baru mengalami pergantian kepemimpinan sehingga mesti mendapat perhatian khususnya terkait pengelolaan training yang ada di KOHATI agar bisa dikelola dengan baik dan terarah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Ita Rosita.
Ia menjelaskan bahwa pergantian kepengurusan di sejumlah cabang menjadi salah satu alasan pentingnya kegiatan diseminasi agar pelaksanaan training tetap berjalan sesuai dengan pedoman organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bendahara Umum Bidang Diklat KOHATI PB HMI, Rabiah Putri hadir sebagai narasumber yang memaparkan pentingnya standar pengelolaan training dalam organisasi.
Menurutnya, proses training perlu dirancang secara matang agar mampu mendukung proses kaderisasi secara efektif dan berkelanjutan.
“Training KOHATI harus memiliki arah yang jelas dan dikelola secara sistematis. Dengan tata kelola yang baik, training tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi benar-benar menjadi proses pembentukan kualitas kader,” tutur Rabiah Putri.
Sementara itu, Ketua Bidang Diklat KOHATI Badko HMI Sulawesi Selatan, Lili Cahyati menyampaikan bahwa kegiatan ini penting dilakukan secara berkelanjutan agar pengurus KOHATI cabang memiliki pemahaman yang seragam mengenai pelaksanaan training sesuai dengan nomenklatur yang telah ditetapkan dalam organisasi.
Ia berharap kegiatan ini juga dapat melahirkan rumusan terkait format dokumen administrasi training yang lebih sistematis sehingga memudahkan pengurus cabang dalam menjalankan rangkaian pelatihan.
Selain itu, Lili mendorong agar pengurus KOHATI PB HMI, khususnya bidang Diklat, terus membuka ruang koordinasi untuk merespons berbagai kendala yang dihadapi cabang dalam pelaksanaan training.
Diskusi dalam kegiatan ini berlangsung aktif dengan kehadiran perwakilan KOHATI cabang se-Badko HMI Sulsel.
Forum tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas pengurus dalam mengelola training organisasi secara lebih profesional serta meningkatkan kualitas kader HMI-Wati ke depan.
Comment