Unggahan Wabup Gowa Picu Polemik, Pesan Fadil Imran Jadi Perdebatan

Gowa, Mediain.id – Pertemuan antara Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, dengan Komisaris Jenderal Polisi Fadil Imran mendadak menjadi sorotan publik.

Dianggap bukan sekadar silaturahmi biasa, pertemuan ini memantik spekulasi luas di kalangan netizen, bahkan memunculkan pertanyaan sensitif soal arah kepercayaan terhadap kepemimpinan di Kabupaten Gowa.

Pertemuan tersebut diungkap langsung oleh Darmawangsyah melalui akun Facebook pribadinya. Unggahan itu pun sontak dibanjiri komentar warganet yang mempertanyakan makna di balik pesan yang disampaikan oleh Fadil Imran.

Dalam keterangannya, Darmawangsyah menyebut dirinya mendapat pesan khusus dari Fadil Imran untuk menjaga dan memperhatikan masyarakat Gowa dengan berlandaskan kebenaran.

“Bapak Komjen Pol Fadil Imran selaku putra daerah berpesan kepada saya untuk berdiri dan berpihak pada kebenaran untuk kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat Gowa yang menjadi tanah kelahirannya,” ujar Darmawangsyah Muin saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (11/4/2026).

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan adanya wejangan terkait kepemimpinan.

Namun, justru kalimat “berpihak pada kebenaran” dan gestur jenderal yang meletakkan tangan di bahu wakil bupati Gowa inilah yang memantik polemik. Sejumlah netizen menilai pesan dan gestur tersebut sarat makna dan bukan disampaikan tanpa alasan.

Akun Aqsha Ramadhan, misalnya, menilai pertemuan itu bukan sekadar pertemuan biasa.

“Berdiri dan berpihak pada kebenaran, kutipan dari Wabup merupakan tanda tanya besar” tulisnya.

Komentar lain dari akun Usman Anwar bahkan lebih tegas.

“Perintah sudah jelas,” tulisnya singkat.

Spekulasi pun berkembang. Sebagian publik mulai mempertanyakan, apakah pesan tersebut merupakan bentuk kepercayaan langsung dari Fadil Imran kepada Darmawangsyah Muin dalam mengawal kepentingan masyarakat Gowa?

Tak sedikit pula yang mengaitkan hal ini dengan posisi Bupati Gowa saat ini, yang notabene memiliki hubungan keluarga dengan sang jenderal.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan yang lebih tajam: apakah Fadil Imran secara implisit lebih menaruh kepercayaan kepada wakil bupati dibandingkan bupati yang merupakan adiknya sendiri?

Hingga kini, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait mengenai makna spesifik dari pertemuan tersebut. Namun yang jelas, publik telanjur menangkap sinyal kuat bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan menyimpan pesan kepemimpinan dan kepercayaan yang lebih dalam.

Di tengah dinamika itu, masyarakat kini menunggu penjelasan. apakah ini sekadar nasihat moral seorang putra daerah, atau ada pesan yang lebih besar tentang arah kepemimpinan di Gowa?

Comment