MAKASSAR, Mediain.id – Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas dan organisasi menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/9/2025).
Aksi ini menyoroti tindakan represif aparat kepolisian serta sejumlah kebijakan DPR dan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Pantauan di lapangan, di kawasan Fly Over (FO) Jalan AP Pettarani, Jalan Urip Sumoharjo, para demonstran menutup jalan, membakar ban, serta berorasi bergantian sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan. Meski menyebabkan kemacetan, aksi berlangsung damai sejak siang hari.
Sekitar pukul 17.00 Wita, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno hadir di tengah massa. Ia membagikan air minum sekaligus berdialog dengan mahasiswa.
“Kita hadir untuk memantau situasi sesuai komitmen kemarin. Alhamdulillah, demo hari ini berjalan baik, aman, dan lancar,” ungkap Windiyatno di lokasi demo.
Ia menjelaskan, pihaknya bersama kepolisian melakukan patroli ke delapan titik aksi di Kota Makassar.
“Alhamdulillah semuanya tertib, tidak seperti kemarin. Mahasiswa bisa mengendalikan diri dengan baik,” tambahnya.
Windiyatno berharap, para mahasiswa menaati aturan dalam menyampaikan pendapat di muka umum, termasuk membubarkan diri sebelum pukul 18.00 Wita.
“Saya yakin mereka orang terdidik dan berwawasan, sehingga tidak akan melanggar komitmen yang sudah dibuat,” ungkapnya.
Terkait potensi penyusup dalam aksi, ia menegaskan sejauh ini tidak teridentifikasi adanya pihak luar.
“Alhamdulillah kelihatannya murni dari mereka. Bahkan mahasiswa sendiri berkomitmen menjaga kelompoknya agar tidak disusupi,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan Mediain.id tak ada polisi berseragam di lokasi demonstrasi. Menurut Windiyatno, hal itu karena pihak kepolisian tengah fokus mengungkap insiden kerusuhan dan pembakaran yang terjadi di sejumlah titik vital di Kota Makassar pada Jumat (29/8/2025).
“Polisi juga sama, polisi juga mengamankan apa yang menjadi perhatiannya, tadi pagi pun beliau sedang melaksanakan penyidikan yang berkaitan dengan jatuhnya korban, itu kan sesuai dengan perintah harus ditindak secara hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Lanjut, Windiyatno mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan ribuan TNI untuk membantu menjaga kondusifitas dalam berbagai aksi unjuk rasa di Kota Makassar.
“Khusus di Makassar kita ada 1.000 orang. Kalau secara keseluruhan ada 5.000. Karena wilayah kita di Kodam kan Sulsel dan Sultra,” tutupnya.
Comment