Jakarta, Mediain.id – PT RBM Indonesia, perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui penguatan sektor strategis, mulai dari pertambangan, logistik, hingga teknologi. Komitmen tersebut disampaikan Komisaris Utama PT RBM Indonesia, Affhandy Suharto, menyusul mandat resmi yang telah dituangkan dalam akta notaris perusahaan.
PT RBM Indonesia diketahui beroperasi di sejumlah lini usaha utama. Di sektor pertambangan, perusahaan terlibat dalam kegiatan eksplorasi, produksi, dan penjualan batu bara berkualitas tinggi. Selain itu, PT RBM juga mengembangkan bisnis logistik pertambangan melalui anak usahanya, PT RBM Logistik.
Dalam sektor logistik, PT RBM Logistik menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah mitra nasional, di antaranya PT Krakatau Steel dan Motor Sight Indonesia (MSI), guna menyediakan layanan logistik terpadu yang mendukung industri nasional.
Tidak hanya itu, PT RBM juga bergerak di bidang teknologi melalui layanan Rich Business Messaging (RBM), yang dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas interaksi dan komunikasi dengan pelanggan secara digital.
Dari sisi ketenagakerjaan, PT RBM Indonesia menawarkan tingkat kesejahteraan yang kompetitif. Gaji karyawan bervariasi sesuai jabatan dan pengalaman, dengan kisaran antara Rp3,75 juta hingga Rp25 juta per bulan.
Affhandy Suharto mengungkapkan bahwa PT RBM dalam waktu dekat akan menjalin kontrak kerja sama dengan BUMN PT Pupuk Indonesia. Kerja sama tersebut bertujuan mengawal penyaluran pupuk secara nasional agar tepat sasaran dan diterima langsung oleh para petani.
“Alhamdulillah, amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Di bawah bendera PT RBM, kami berkomitmen memastikan kebutuhan pupuk nasional tersalurkan dengan baik kepada para petani demi mendukung ketahanan pangan,” ujar Affhandy pada awak media, Jumat (9/1/2026)
Selain kerja sama dengan BUMN, PT RBM juga berencana menggelar agenda silaturahmi dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Di internal perusahaan, Affhandy menyampaikan bahwa manajemen akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian dan kinerja anak perusahaan PT RBM di berbagai provinsi dan daerah. Evaluasi tersebut mencakup aspek internal maupun eksternal guna memastikan seluruh pemangku kepentingan bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Affhandy menegaskan bahwa jabatan Komisaris Utama bukanlah simbol kebanggaan semata, melainkan amanah untuk menggerakkan seluruh elemen perusahaan secara kolektif.
“Di PT RBM tidak ada sekat. Semua bergerak bersama, bergotong royong, dengan semangat kekeluargaan. Tidak ada perbedaan antara komisaris dan karyawan. Semua sama di mata Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Affhandy Suharto, Komisaris Utama PT RBM Indonesia.
Affhandy Suharto dikenal sebagai mantan Ketua KPMPM (Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar) Cabang Campalagian, dengan semangat pengabdian yang ia bawa ke dunia korporasi melalui slogan, “Bekerja untuk Negeri dan Bergotong Royong.”
Comment