Putra Sulawesi Malu, Demo Jelang Rakernas PSI Dinilai Tak Beretika

Makassar, Mediain.id – Ketua Umum Jokowi Mania Nusantara, Andi Aswan, menyoroti aksi demonstrasi yang terjadi menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Hotel Claro Makassar, Jumat (30/01/2026).

Ia menyebut aksi tersebut sebagai hal yang memalukan dan berpotensi merusak citra Sulawesi Selatan di mata peserta Rakernas yang datang dari berbagai daerah.

Sebagai putra daerah, Andi Aswan menegaskan dirinya merasa terpukul dengan adanya aksi penolakan tersebut, terlebih kegiatan Rakernas PSI merupakan agenda nasional yang menghadirkan tamu dari seluruh Indonesia.

“Saya ini juga putra Sulsel, saya ini orang Kajuara, Kabupaten Bone, dan saya selain sebagai seorang putra daerah,” ujar Andi Aswan.

Ia menilai, kehadiran peserta Rakernas seharusnya disambut dengan sikap ramah dan penuh penghormatan sebagai bentuk etika tuan rumah, bukan justru diwarnai aksi penolakan yang mengganggu kenyamanan.

“Dengan adanya seperti ini saya ini buat malu. Karena apa? Di sini hadir dari penjuru Indonesia untuk datang bersama-sama menghadiri acara dari Rakernas PSI,” katanya.

Menurutnya, kehadiran peserta Rakernas PSI merupakan wujud kepercayaan dan penghormatan kepada penyelenggara, khususnya DPW PSI Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah kegiatan.

“Artinya apa? Menghormati betul tuan rumah DPW PSI Sulsel,” ucapnya.

Andi Aswan juga menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi, namun tetap harus dijalankan dengan cara-cara yang bertanggung jawab dan tidak merugikan kepentingan masyarakat luas.

“Dengan adanya seperti ini menurut saya kalau dikatakan hak konstitusi silakan saja. Yang penting tidak menggangu ketertiban umum,” ujarnya.

Ia mengkritik keras aksi demonstrasi yang disertai pembakaran ban hingga menyebabkan kemacetan, karena dinilai tidak mencerminkan sikap intelektual, khususnya dari kalangan mahasiswa.

“Kalau saya melihat di sini, apa yang terjadi ini sangat luar biasa. Karena membakar ban, membuat macet jalanan, itu kan tidak baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Aswan mendorong mahasiswa agar mengedepankan cara-cara dialogis dan akademis dalam menyampaikan aspirasi, demi menjaga marwah kaum terpelajar.

“Seorang yang namanya mahasiswa, berpendidikan tinggi, kita dahulukan yang namanya diskusi. Kita ini orang akademisi, seorang akademisi itu tidak melakukan hal-hal seperti ini. Tapi seorang akademisi itu berdiskusi secara akademis,” pungkasnya.

Comment