
MAKASSAR — Komitmen menjaga perdamaian yang dideklarasikan kelompok pemuda Sulawesi Selatan pada 28 Oktober 2026 mulai ditindaklanjuti melalui langkah konkret. Kali ini, perwakilan Koalisi Pemuda Sulawesi Selatan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Polsek Tamalate untuk membangun program pembinaan serta pelibatan pemuda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kedatangan perwakilan pemuda tersebut diterima langsung oleh Kapolsek Tamalate, Kompol Muhammad Idris, S.H., M.H. Pertemuan itu membahas sejumlah agenda tindak lanjut deklarasi damai, terutama rencana pembinaan pemuda di wilayah hukum Polsek Tamalate yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas dan kegiatan produktif.
Kapolsek Tamalate, Kompol Muhammad Idris, menyambut baik inisiatif dan kehadiran perwakilan Koalisi Pemuda Sulawesi Selatan. Menurutnya, keterlibatan pemuda merupakan kekuatan penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Kami menyambut baik inisiatif teman-teman Koalisi Pemuda Sulawesi Selatan. Semangat deklarasi damai harus kita tindak lanjuti dengan kegiatan nyata. Kami ingin pemuda tidak hanya menjadi objek pembinaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Kami terbuka untuk membangun komunikasi, pembinaan, dan kolaborasi dengan komunitas pemuda. Harapannya, melalui kegiatan produktif dan pemberdayaan ekonomi, energi anak-anak muda dapat diarahkan pada hal-hal positif sehingga mereka memiliki kesibukan, tanggung jawab, serta masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Bro Abdi, salah satu perwakilan Kelompok Pemuda Sulawesi Selatan yang bersama Bro Ariel melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Polsek Tamalate, menyampaikan apresiasi atas sambutan Kapolsek.
“Alhamdulillah, kami disambut dengan sangat baik oleh Bapak Kapolsek Tamalate. Kami merasa mendapat ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan gagasan tentang bagaimana pemuda bisa mengambil bagian dalam menjaga keamanan lingkungan.
Saat ini, bersama Bapak Kapolsek, kami sedang mempersiapkan rencana program pembinaan bagi teman-teman pemuda di wilayah hukum Polsek Tamalate. Yang kami dorong adalah pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas, sehingga teman-teman tidak hanya mendapatkan arahan, tetapi juga memiliki ruang untuk berkegiatan dan mengembangkan potensi.
Atas nama Kelompok Pemuda Sulawesi Selatan, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan keterbukaan Bapak Kapolsek Tamalate,” ujar Abdi.
Di sisi lain, Bro Ariel menyambut baik rencana pembinaan tersebut. Ia menilai bahwa perdamaian harus dibangun melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi pemuda.
Dalam pertemuan itu, pihaknya juga mempresentasikan sejumlah gagasan terkait agenda kamtibmas dan rencana pemberdayaan komunitas melalui kegiatan usaha pencucian sepeda motor.
“Kami menyambut baik rencana pembinaan yang disampaikan Bapak Kapolsek. Tadi kami juga mempresentasikan beberapa agenda terkait kamtibmas dan gagasan pemberdayaan teman-teman melalui usaha pencucian motor.
Bagi kami, ini penting. Anak-anak muda perlu diberikan kesibukan yang positif, ruang untuk berkarya, sekaligus kesempatan mendapatkan penghasilan. Jangan sampai energi dan waktu mereka habis untuk kegiatan yang tidak produktif atau terlibat dalam perselisihan.
Kami ingin teman-teman punya aktivitas, punya tanggung jawab, dan punya harapan untuk masa depan. Kalau komunitas diberdayakan, mereka juga akan merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan keamanan wilayahnya,” ungkap Ariel.
Ia menambahkan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari semangat besar Kelompok Pemuda Sulawesi Selatan untuk memastikan Deklarasi Damai 28 Oktober tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, keberhasilan deklarasi justru harus terlihat dari perubahan perilaku, tumbuhnya kegiatan produktif, serta keterlibatan pemuda dalam menjaga ketertiban di tengah masyarakat.
Langkah komunikasi dengan Polsek Tamalate ini diharapkan menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara kepolisian dan komunitas pemuda. Sebab, menjaga keamanan bukan semata-mata tugas aparat, tetapi membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Dari deklarasi menuju aksi, dari perdamaian menuju pemberdayaan. Pemuda tidak cukup hanya diajak berhenti berkonflik, tetapi juga harus diberikan kesempatan untuk berkarya, mandiri, dan mengambil bagian dalam menjaga keamanan serta masa depan Sulawesi Selatan.
Comment