Makassar, Mediain.id – Keributan melibatkan kelompok pemuda dan pengendara motor terjadi di kawasan Pasar Senggol, Jalan Opu Daeng Risadju, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (30/8/2026) dini hari.
Kelompok pengendara motor yang diperkirakan mencapai sekitar 50 unit diduga menyerang area Pasar Senggol menggunakan anak panah busur dan petasan.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 Wita.
Sebelum menuju Pasar Senggol, kelompok pengendara motor itu datang dari arah Jalan Kakatua dan sempat berhenti di depan SPBU Jalan Opu Daeng Risadju.
“Kelompok tersebut berhenti di depan SPBU jalan Opu Dg. Risadju Makassar kemudian langsung mengarah ke Pasar Senggol dan masuk ke area Pasar kemudian melakukan penyerangan dengan menggunakan petasan dan anak panah busur,” ucap AKP Jafar, Senin (31/8/2026) saat dikonfirmasi.
Serangan tersebut kemudian mendapat perlawanan dari pemuda yang berada di kawasan Pasar Senggol.
Kelompok pengendara motor didorong mundur hingga ke Jalan Opu Daeng Risadju.
Keributan kemudian meluas setelah pemuda dari Asrama Wipayana ikut keluar dan bergabung.
Aksi saling serang pun terjadi dengan menggunakan busur, batu, dan petasan.
“Aksi saling serang dengan menggunakan anak panah atau busur, batu dan petasan berlangsung sekitar 20 menit hingga Personil Jatanras Polrestabes Makassar datang dan membubarkan pelaku,” jelasnya.
Dalam insiden tersebut, polisi juga mendapat informasi adanya salah seorang dari kelompok pengendara motor yang terlihat membawa senjata jenis air softgun dan melakukan penembakan.
Sejumlah anak panah atau busur yang diduga digunakan dalam keributan kemudian diamankan oleh personel TNI dan dibawa masuk ke dalam asrama.
Untuk mengendalikan situasi, sekitar pukul 04.00 Wita, personel gabungan Sat Samapta Polrestabes Makassar yang dipimpin Kasat Samapta Kompol Joko Pamungkas bersama personel Unit VI Sat Intelkam Polrestabes Makassar di bawah pimpinan Kasat Intelkam Kompol Surahman tiba di lokasi.

Situasi sempat kembali memanas sekitar pukul 04.20 Wita. Kelompok pengendara motor yang diduga hendak melakukan penyerangan kembali datang dari arah Jalan Kakatua.
Namun, rencana tersebut tidak dilanjutkan setelah mereka melihat personel kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi.
“Pada saat melihat gabungan personel yang standby langsung putar balik,” pungkasnya.
Polisi menyatakan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiel akibat keributan tersebut.
Comment