Dilantik Jadi Rektor Unasman, Dr. Muhammad Massyat Dorong Kampus Terlibat Langsung Bangun Daerah

POLMAN, mediain.id — Universitas Al-Asyariah Mandar (Unasman) resmi memiliki nakhoda baru. Dr. Muhammad Massyat, dilantik sebagai Rektor Unasman periode 2026–2030 oleh Ketua Yayasan Al-Asyariah Mandar, KH. Muhammad Syibli Sahabuddin.

​Prosesi pelantikan yang dirangkaikan dengan pengambilan sumpah janji jabatan ini berlangsung khidmat di Auditorium KH. Sahabuddin, Unasman, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (11/9/2026).

​Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, mulai dari Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulawesi Barat, hingga Kepala Kejaksaan Negeri Polman, Nurcholish.

Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan Surat Keputusan oleh sekretaris yayasan, sebelum akhirnya pimpinan yayasan memandu pengucapan sumpah jabatan.

​”Dengan ini sebagai ketua Yayasan Al-Asyariah Mandar melantik saudara Dr. Muhammad Massyat sebagai rektor Unasman masa bakti 2026–2030,” ucap KH. Muhammad Syibli Sahabuddin saat memimpin prosesi pelantikan.

​Usai resmi memegang tongkat estafet kepemimpinan kampus, Dr. Muhammad Massyat menegaskan bahwa jabatan rektor bukanlah sekadar simbol kekuasaan tertinggi di lingkungan akademis, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat sekitar.

​”Hari ini saya tidak ingin terlalu banyak berbicara tentang jabatan. Saya justru ingin memulai dengan satu pertanyaan sederhana. Apa sebenarnya tugas seorang rektor? Bagi saya, rektor bukan sekadar orang yang berada pada posisi yang tertinggi di universitas. Rektor adalah orang yang diberi amanah,” ujar Massyat dalam pidato perdana usai dilantik.

​Ia menambahkan, tugas utama seorang pimpinan perguruan tinggi adalah menjadi penjaga arah kampus, merawat mutu pendidikan, mengembangkan potensi sivitas akademika, serta memastikan ilmu pengetahuan yang lahir di ruang-ruang kuliah benar-idap dirasakan manfaatnya oleh warga luas.

​”Bukan apa yang akan saya dapatkan setelah menjadi rektor, tetapi mau kita bawa ke mana Unasman setelah ini,” tegasnya.

​Fokus pada Kolaborasi Nyata untuk Warga

​Dalam kesempatan yang sama, Dr. Muhammad Massyat secara khusus menitipkan harapan besar kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati Polman yang hadir.

Ia meminta agar pemerintah membuka pintu selebar-lebarnya bagi kampus untuk ikut ambil bagian dalam memecahkan berbagai persoalan keseharian masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, sektor pertanian, hingga pengembangan teknologi dan pelayanan publik.

​Massyat mengingatkan agar kampus tidak diposisikan sekadar sebagai tempat orang datang menimba ilmu dan pulang membawa ijazah semata. Lebih dari itu, kampus menyimpan kekuatan besar berupa ribuan tenaga muda dan para peneliti andal yang siap diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.

​”Libatkan kami ketika pemerintah sudah memikirkan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pertanian, teknologi, pelayanan publik, atau pembangunan sumber daya manusia. Di kampus ada dosen, ada para peneliti, dan ada beberapa puluhan bahkan ratusan mahasiswa yang siap ikut bekerja,” ujarnya.

​Menurutnya, kolaborasi antara kebijakan pemerintah dan kajian ilmiah dari perguruan tinggi merupakan kunci utama untuk mempercepat penyelesaian berbagai masalah sosial di daerah.

​”Pemerintah mungkin memiliki kebijakan dan sumber daya, tetapi perguruan tinggi memiliki ilmu pengetahuan dan anak-anak muda yang siap berbagi gagasan. Kalau kekuatan ini kita pertemukan, saya yakin banyak persoalan di daerah yang bisa kita selesaikan bersama,” pungkasnya.

Comment