UNM Latih Dosen Universitas Patompo Manfaatkan AI untuk Penulisan Book Chapter Berbasis Evidence

Makassar, Mediain.id — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (FEB UNM) menggelar pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan book chapter berbasis evidence bagi dosen Universitas Patompo.

Kegiatan yang dikemas melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut berlangsung di Universitas Patompo, Senin (31/8/2026). Sebanyak 20 dosen Universitas Patompo mengikuti pelatihan tersebut.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FEB UNM, Tenri Ampa, mengatakan perkembangan teknologi AI memberikan peluang strategis bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan produktivitas akademik dosen.

Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam berbagai tahapan penulisan ilmiah, mulai dari eksplorasi gagasan, pencarian dan pengelolaan informasi, hingga pengembangan karya ilmiah berbasis bukti.

“Pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan kemampuan akademik penulis, tetapi menjadi alat bantu yang dapat mendukung proses berpikir ilmiah, mempercepat pengelolaan informasi, serta membantu menghasilkan karya tulis yang lebih berkualitas dengan tetap memperhatikan etika akademik,” ujar Andi Tenri Ampa.

Dia menuturkan, perkembangan AI perlu disikapi secara positif oleh kalangan akademisi. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu dosen bekerja lebih efektif, selama penggunaannya tetap berada dalam koridor etika dan integritas ilmiah.

“Perkembangan AI memberikan peluang strategis bagi dosen untuk meningkatkan produktivitas akademik, terutama dalam proses penulisan, pengelolaan literatur, dan pengembangan karya ilmiah berbasis evidence,” katanya.

Namun, Andi menegaskan penggunaan AI dalam penulisan ilmiah tidak boleh membuat akademisi mengabaikan proses berpikir kritis. Dosen tetap bertanggung jawab terhadap substansi dan kebenaran karya yang dihasilkan.

“AI harus dimanfaatkan secara optimal, kritis, dan bertanggung jawab. Dosen tetap memiliki peran utama dalam memastikan setiap informasi, argumentasi, dan referensi yang digunakan dalam karya ilmiah dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, para dosen mendapatkan materi mengenai strategi memanfaatkan AI untuk mendukung proses penulisan book chapter. Peserta diarahkan memahami cara mencari literatur yang relevan, mengembangkan ide dan topik, menyusun kerangka tulisan, memperkuat argumentasi berbasis bukti, hingga melakukan penyuntingan dan penyempurnaan naskah.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pemahaman praktis kepada dosen agar AI dapat digunakan sebagai mitra kerja dalam proses penulisan book chapter, bukan sebagai pengganti proses berpikir dan kreativitas akademisi,” tutur Andi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta praktik langsung. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga diberi kesempatan menerapkan berbagai pendekatan berbasis AI untuk mengembangkan rancangan tulisan ilmiah masing-masing.

Menurut Andi, penulisan book chapter yang berkualitas tetap membutuhkan dasar referensi dan argumentasi yang kuat. AI, kata dia, dapat membantu proses tersebut apabila digunakan secara tepat.

“Penulisan ilmiah yang baik tidak hanya membutuhkan kemampuan menyusun kata, tetapi juga membutuhkan argumentasi yang kuat dan didukung bukti serta referensi yang relevan. AI dapat membantu proses tersebut apabila digunakan dengan tepat,” ujarnya.

Pendekatan berbasis praktik tersebut diharapkan membantu dosen menghasilkan karya yang lebih sistematis, memiliki dukungan referensi yang kuat, serta memenuhi standar penulisan akademik.

Selain produktivitas, Andi menekankan pentingnya menjaga integritas akademik dalam pemanfaatan teknologi AI.

“Kecepatan yang ditawarkan AI harus berjalan seiring dengan integritas akademik. Teknologi boleh membantu proses penulisan, tetapi tanggung jawab terhadap kebenaran dan kualitas karya tetap berada pada penulis,” tegasnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari kontribusi FEB UNM dalam meningkatkan kapasitas akademik dosen, khususnya di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin berperan dalam dunia pendidikan tinggi dan penelitian.

Tim PkM FEB UNM diketuai Andi Tenri Ampa, dengan anggota Andi Annisa Sulolipu, Sri Hutami Adiningsih, Ika Wisudawaty, dan Muhammad Yamin.

Melalui kegiatan tersebut, FEB UNM berharap dosen Universitas Patompo semakin siap mengintegrasikan teknologi AI dalam aktivitas akademik, terutama untuk mendukung penelitian dan publikasi ilmiah.

Andi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan dan kolaborasi dalam pengembangan karya ilmiah.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat menjadi awal dari kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan dalam pengembangan penelitian serta publikasi ilmiah dosen,” pungkasnya.

Pemanfaatan AI secara bijak diharapkan dapat memperkuat budaya akademik yang inovatif dan produktif tanpa mengesampingkan prinsip integritas ilmiah.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dikembangkan melalui pendampingan terkait pemanfaatan teknologi digital dalam penelitian, pengelolaan referensi ilmiah, serta pengembangan publikasi akademik berkualitas.

Kolaborasi antara UNM dan perguruan tinggi mitra diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas dosen sekaligus memperkuat ekosistem penelitian dan publikasi di lingkungan pendidikan tinggi.

Comment