Jalan Poros Tenggelang Penghubung Sumarrang Menjadi Janji Politik Tiap Tahunnya

Oplus_131104

Polewali Mandar, mediain.id— Kondisi jalan poros Tenggelang yang menjadi akses penghubung menuju Sumarrang, Kabupaten Polewali Mandar, hingga kini masih menjadi keresahan masyarakat. Persoalan infrastruktur jalan tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih 21 tahun, Senin (22/9/2026).

Warga menilai kondisi jalan yang belum mendapatkan penanganan sebagaimana yang diharapkan telah menghambat berbagai aktivitas sehari-hari.

Akses transportasi masyarakat, mobilitas warga, serta kegiatan ekonomi menjadi ikut terdampak akibat kondisi jalan yang belum memadai.

Salah seorang warga, Taslim, mengungkapkan bahwa persoalan jalan tersebut sudah terlalu lama dirasakan masyarakat. Menurutnya, pemerintah dan para penentu kebijakan seharusnya menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan pembangunan jalan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Sudah 21 tahun jalan ini menjadi keresahan warga. Kami berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji ketika ada momentum tertentu, tetapi benar-benar merealisasikan pembangunan jalan ini,” ujar Taslim.

Ia berharap perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan poros Tenggelang–Sumarrang tidak berhenti pada penyampaian rencana atau janji pembangunan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian dan langkah nyata agar akses jalan tersebut dapat segera diperbaiki.

Warga juga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai rencana penanganan jalan tersebut, termasuk kepastian waktu dan bentuk pembangunan yang akan dilakukan.

Bagi masyarakat, perbaikan jalan bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas, akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta mobilitas warga sehari-hari.

Setelah bertahun-tahun menunggu, masyarakat berharap persoalan jalan poros Tenggelang penghubung Sumarrang dapat menjadi perhatian serius dan tidak kembali menjadi janji yang hanya muncul setiap momentum politik.

Comment