Peran Aktif Pendamping SDM PKH, Pelatihan Kampung Sejahtera untuk KPM PKH di Pattallassang Sukses Digelar

Gowa, Mediain.id – Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar menggelar Pelatihan Kesejahteraan Sosial Kampung Sejahtera bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) serta penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kesejahteraan sosial bagi unsur pilar sosial di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Kegiatan yang berlangsung selama 21–23 Juli 2026 tersebut dipusatkan di Aula Kantor Camat Pattallassang dan Aula Kantor Desa Pattallassang. Sebanyak 30 KPM PKH dan 45 peserta dari unsur pilar sosial, seperti Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta unsur lainnya mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan merupakan bagian dari Program Kampung Sejahtera Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi KPM dalam mengelola sumber daya keluarga, sekaligus memperkuat kapasitas pilar sosial untuk mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Ketua Pokja Perencanaan BBPPKS Makassar, Dra. Naima, M.M., mengatakan pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi mampu melahirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

“Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kekuatan bersama dalam mendorong kemandirian keluarga serta penguatan kesejahteraan sosial masyarakat,” ujar Naima.

Camat Pattallassang, A. Pangeran Zubair, S.E., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Kampung Sejahtera di wilayahnya. Menurutnya, keberhasilan program hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah, Kementerian Sosial, pendamping sosial, perguruan tinggi, pilar sosial, dan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas masyarakat. Kami berharap apa yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dan dikembangkan sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Pattallassang,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Drs. H. Firdaus, S.Ag., M.Si., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menilai Program Kampung Sejahtera menjadi wadah kolaborasi dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan penanganan masalah sosial.

Firdaus turut memberikan penghargaan kepada Pendamping SDM PKH Kecamatan Pattallassang atas perannya dalam mengawal pelaksanaan program sejak tahap persiapan.

“Program yang baik tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya pendampingan dan pengawalan yang baik. Kami memberikan apresiasi kepada Pendamping SDM PKH Kecamatan Pattallassang yang telah bekerja dan berkolaborasi dalam mengawal program ini hingga dapat terlaksana,” ujarnya.

Program Kampung Sejahtera di Desa Pattallassang merupakan hasil kolaborasi antara BBPPKS Makassar, Sentra Gau Mabaji, Pendamping SDM PKH, Pemerintah Kecamatan Pattallassang, Pemerintah Desa Pattallassang, dan Universitas Hasanuddin melalui KKN Tematik Kampung Sejahtera. Desa Pattallassang juga ditetapkan sebagai salah satu pilot project Program Kampung Sejahtera Kementerian Sosial RI sekaligus menjadi salah satu lokasi percontohan pertama di luar Pulau Jawa.

Pendamping SDM PKH Kecamatan Pattallassang, Rahmadani, menjelaskan bahwa pelaksanaan program merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak Mei 2026 melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Pelatihan ini bukanlah proses yang dimulai hari ini. Persiapannya telah kami lakukan sejak bulan Mei melalui koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak. Kami ingin memastikan bahwa Program Kampung Sejahtera benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi KPM PKH dan masyarakat,” ungkap Rahmadani.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Harapan kami, peserta tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi mampu membawa pulang pengetahuan dan keterampilan untuk diterapkan. KPM PKH harus semakin berdaya dan memiliki motivasi untuk mandiri, sementara pilar sosial dapat menjadi kekuatan sosial yang ikut menggerakkan masyarakat,” tambahnya.

Ketua Tim Kecamatan SDM PKH Pattallassang, Andriani, menilai penguatan kapasitas KPM dan pilar sosial menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.

“Program Kampung Sejahtera memberikan ruang bagi KPM PKH dan pilar sosial untuk belajar, berkembang, dan berkolaborasi. Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya berbagai inisiatif pemberdayaan yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Pattallassang,” ujarnya.

Pelaksanaan pelatihan turut didukung mahasiswa Universitas Hasanuddin yang menjalankan KKN Tematik Kampung Sejahtera. Kehadiran mereka memperkuat proses pendampingan dan pemberdayaan masyarakat selama program berlangsung.

Dari sisi peserta, pelatihan mendapat respons positif. Perwakilan KPM PKH, Ramlah, mengaku memperoleh pengetahuan sekaligus motivasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Banyak hal baru yang kami dapatkan, bukan hanya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga motivasi agar kami sebagai KPM PKH bisa lebih mandiri dan terus berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Senada dengan itu, perwakilan pilar sosial, Muh. Arif, mengatakan pelatihan memperkuat pemahaman mengenai peran pilar sosial dalam mendukung masyarakat.

“Pelatihan ini memberikan kami pengalaman dan pengetahuan yang sangat berarti. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat kami terapkan di masyarakat dan menjadi bekal untuk menjalankan peran sebagai pilar sosial dengan lebih baik,” ujarnya.

Setelah rangkaian pelatihan selama tiga hari berakhir, kegiatan resmi ditutup oleh Camat Pattallassang. Tahap selanjutnya adalah implementasi pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh peserta dalam mendukung pengembangan Program Kampung Sejahtera di Desa Pattallassang.

Menutup kegiatan tersebut, Rahmadani menegaskan bahwa pelatihan bukanlah akhir dari program, melainkan awal dari upaya membangun masyarakat yang mandiri melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Ini adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Kami ingin Program Kampung Sejahtera tidak hanya menjadi sebuah kegiatan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang berdaya, mandiri, dan sejahtera secara berkelanjutan,” tutup Rahmadani.

Comment