KEPMI Bone Masuki Era Baru, Khaidir Mu’tashim Resmi Jadi Formatur Ketua Umum

Makassar, Mediain.id -Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (KEPMI) Bone sukses melaksanakan Kongres XXI dengan mengusung tema “Revitalisasi KEPMI Bone: Sinergi dan Integritas Menuju Lembaga yang Progresif dan Berdaya Saing.”

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah baru organisasi sekaligus memperkuat semangat kaderisasi di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Pelaksanaan kongres berlangsung dinamis dan penuh antusiasme kader. Rangkaian kegiatan dimulai dari seremoni pembukaan di AAS Building, dilanjutkan forum persidangan di Gedung Guru Jusuf Kalla dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, hingga penutupan di Gedung LPTQ Sulawesi Selatan.

Forum kongres tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang evaluasi dan konsolidasi organisasi.

Berbagai isu strategis dibahas mulai dari penguatan kaderisasi, pengembangan lembaga otonom, hubungan antar komisariat dan cabang, hingga peran KEPMI Bone dalam menjawab persoalan sosial dan pendidikan.

Kongres XXI turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ilham Samanlangi selaku demisioner Ketua Umum DPP KEPMI Bone, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bone, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai representasi Menteri Pertanian Republik Indonesia yang membuka kegiatan secara resmi.

Melalui dinamika forum yang berlangsung panjang, Muh. Khaidir Mu’tashim resmi ditetapkan sebagai Formatur Ketua Umum DPP KEPMI Bone periode 2026–2028.

Formatur Ketua Umum DPP KEPMI Bone terpilih, Khaidir Mu’tashim, menyampaikan bahwa hasil Kongres XXI harus menjadi titik awal kebangkitan organisasi agar semakin adaptif dan progresif dalam menjawab kebutuhan kader maupun daerah.

“Kongres ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi momentum memperkuat semangat kolektif seluruh kader untuk membawa KEPMI Bone lebih progresif, adaptif, dan tetap berpegang pada nilai kekeluargaan,” ujar Khaidir Mu’tashim melalui keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).

Ia menegaskan, penguatan hubungan antara DPP, DPK, dan DPC menjadi salah satu fokus utama kepengurusan mendatang agar pola komunikasi organisasi lebih terintegrasi dan harmonis.

“Kami ingin membangun pola komunikasi yang lebih efektif antar seluruh tingkatan organisasi sehingga gerak KEPMI Bone ke depan lebih kolektif dan terarah,” katanya.

Menurutnya, semangat “DIGITAL” yang merupakan akronim dari Disiplin, Giat, dan Total, akan menjadi salah satu spirit baru dalam membangun karakter kader yang aktif, konsisten, dan bertanggung jawab terhadap organisasi maupun daerah.

Selain itu, nilai budaya Bugis Bone seperti getteng, lempu, ada tongeng, dan temmappasilaingeng disebut tetap relevan menjadi fondasi moral organisasi di tengah arus perubahan sosial yang semakin cepat.

“Kami berharap KEPMI Bone terus menjadi ruang pembentukan karakter, ruang pengabdian, sekaligus tempat lahirnya gagasan-gagasan kritis mahasiswa Bone untuk daerah,” tambahnya.

Dengan berakhirnya Kongres XXI, KEPMI Bone kini memasuki babak baru kepemimpinan. Semangat kaderisasi, solidaritas, dan nilai kekeluargaan diharapkan tetap menjadi fondasi utama dalam membawa organisasi menuju arah yang lebih progresif dan berdaya saing.

Comment