PERISAI SYARIKAT ISLAM APRESIASI WAMEN KEBUDAYAAN, MUSIK RELIGI LINTAS AGAMA JADI RUANG HARMONI DAN PERSAUDARAAN

Makassar, 31 Oktober 2026 – Pimpinan Wilayah Perisai Syarikat Islam Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasi terhadap langkah Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia yang menghadirkan ruang ekspresi musik religi lintas agama dalam rangkaian Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar.

Inisiatif tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam menempatkan seni dan kebudayaan sebagai instrumen pemersatu bangsa. Kehadiran musik religi dari berbagai tradisi keagamaan menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak harus menjadi sekat dalam membangun ruang kebersamaan, dialog, dan persaudaraan antarmanusia.

Perisai Syarikat Islam memandang bahwa musik religi memiliki kekuatan yang tidak hanya terletak pada keindahan komposisi dan lantunan suara, tetapi juga pada nilai spiritual, pesan moral, serta identitas kebudayaan yang terkandung di dalamnya.

Ruang kolaborasi musik lintas agama menjadi bentuk penghormatan terhadap keberagaman ekspresi spiritual masyarakat Indonesia. Setiap agama memiliki tradisi dan karakter seni tersendiri yang patut dihargai tanpa harus menghilangkan prinsip serta identitas keyakinan masing-masing.

Gagasan ini juga memiliki relevansi dengan pandangan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, yang mendorong seni menjadi jembatan harmoni lintas iman.

Perisai Syarikat Islam menilai bahwa pesan tersebut merupakan refleksi penting bagi kehidupan kebangsaan Indonesia. Seni dapat menjadi ruang perjumpaan kemanusiaan ketika perbedaan identitas, agama, dan latar belakang sosial kerap menjadi tantangan dalam membangun persatuan.

Namun, harmoni lintas agama bukan berarti mencampuradukkan ajaran teologis ataupun mengaburkan batas-batas keyakinan. Justru, persaudaraan yang kuat harus dibangun melalui penghormatan terhadap perbedaan dan kesadaran untuk hidup berdampingan secara damai.

Dalam perspektif Islam, semangat tersebut sejalan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin, bahwa kehadiran Islam harus membawa rahmat, kedamaian, dan kemaslahatan bagi seluruh alam.

Lebih jauh, Perisai Syarikat Islam memandang bahwa pengembangan musik religi lintas agama memiliki potensi menjadi bagian dari diplomasi kebudayaan Indonesia di tingkat internasional.

Indonesia mempunyai kekayaan tradisi musik dan ekspresi spiritual yang tumbuh dari keberagaman masyarakatnya. Kekayaan tersebut merupakan modal sosial dan kebudayaan yang dapat diperkenalkan kepada dunia sebagai wajah Indonesia yang religius, toleran, dan berkeadaban.

Karena itu, kehadiran pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan dalam memberikan ruang bagi ekspresi musik religi lintas agama patut diapresiasi dan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Diperlukan keberlanjutan melalui festival kebudayaan, ruang pertunjukan, kolaborasi seniman, serta pelibatan generasi muda dari berbagai latar belakang agama dan daerah.

Perisai Syarikat Islam menegaskan bahwa menjaga identitas keislaman dan merawat kebinekaan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan bangsa yang harmonis.

Kami berharap Konferensi Musik Indonesia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem musik nasional yang tidak hanya produktif secara industri, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap nilai-nilai kebudayaan, spiritualitas, dan kemanusiaan.

Pada akhirnya, musik tidak harus membuat semua orang memiliki keyakinan yang sama untuk dapat duduk bersama, saling menghormati, dan merawat persaudaraan.

Seni boleh berbeda, tradisi boleh beragam, keyakinan tetap terjaga, tetapi semangat kemanusiaan dan persatuan harus tetap menjadi titik temu kita sebagai bangsa Indonesia.

Comment