
Makassar – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Sulawesi Selatan mengapresiasi keterlibatan penyanyi religi Sulis Cinta Rasul dalam menggaungkan pesan toleransi dan persaudaraan lintas iman melalui musik di Kota Makassar.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Umum PW SEMMI Sulsel, Andi Muh. Idik Indra, menyusul keterlibatan Sulis dalam kegiatan “Kolaborasi Lintas Iman Melalui Musik Religi”. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah musisi dengan latar belakang berbeda dan mengangkat musik sebagai ruang untuk membangun dialog, toleransi serta persaudaraan lintas iman.
Menurut Indra, kolaborasi tersebut merupakan bentuk positif dari pemanfaatan seni dan musik untuk membangun ruang perjumpaan di tengah keberagaman masyarakat.“Kami mengapresiasi Sulis Cinta Rasul yang ikut mengambil bagian dalam menggaungkan pesan toleransi dan persaudaraan melalui musik. Ini menunjukkan bahwa seni dan musik dapat menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang,” ujarnya Ia menilai, pesan toleransi menjadi semakin penting untuk terus digaungkan, khususnya di tengah masyarakat yang memiliki keberagaman agama, budaya, etnis dan tradisi.
Menurutnya, toleransi bukan berarti menghilangkan identitas maupun keyakinan masing-masing, tetapi bagaimana setiap orang mampu menghormati perbedaan dan membangun kehidupan bersama secara damai.“Kita tidak harus menjadi sama untuk bisa hidup berdampingan.
Perbedaan adalah kenyataan yang harus kita hormati. Yang terpenting adalah bagaimana perbedaan tersebut tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan,” katanya.
Indra juga mengatakan, musik memiliki kekuatan untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Karena itu, musik tidak hanya dapat dipandang sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan sosial, kemanusiaan dan perdamaian.Ia mengapresiasi konsep kolaborasi yang mempertemukan sejumlah musisi dalam satu panggung dengan membawa semangat keberagaman.
Dalam kegiatan tersebut, Sulis Cinta Rasul tampil bersama Chrischof Lawalata, Joshua Artono dan Ardy Wong dalam semangat kolaborasi lintas iman melalui musik religi.“
Ruang seperti ini penting untuk terus diperbanyak. Kita membutuhkan ruang-ruang perjumpaan yang membuat masyarakat bisa saling mengenal, berdialog dan memahami bahwa perbedaan bukan ancaman,” jelasnya.
Menurut Indra, generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun narasi keberagaman yang positif. Anak muda harus menjadi bagian dari upaya merawat persatuan dengan memanfaatkan kreativitas, seni, budaya dan berbagai medium yang dekat dengan kehidupan mereka.“Jangan sampai generasi muda hanya diwariskan narasi tentang perbedaan.
Mereka juga harus diwariskan pengalaman tentang bagaimana hidup bersama dalam keberagaman. Musik dan kebudayaan bisa menjadi salah satu jembatan untuk itu,” ujarnya.
PW SEMMI Sulsel berharap kegiatan yang membawa pesan toleransi dan persaudaraan seperti ini dapat terus berkembang di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.Indra menilai Makassar memiliki potensi besar menjadi ruang perjumpaan berbagai komunitas, agama, budaya dan kelompok masyarakat. Karena itu, semangat kolaborasi lintas iman perlu terus dirawat melalui berbagai kegiatan positif.
“Makassar adalah kota yang sangat beragam. Kita ingin keberagaman itu menjadi energi untuk membangun persaudaraan, bukan menjadi sumber perpecahan. Karena itu, setiap ruang yang menghadirkan dialog dan persaudaraan harus kita apresiasi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut karena telah menghadirkan perspektif keberagaman melalui musik religi.“Kami memberikan apresiasi kepada kak Sulis Cinta Rasul dan seluruh pihak yang terlibat.
Semoga pesan toleransi, dialog dan persaudaraan yang dibawa melalui musik ini dapat terus bergema di Makassar dan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” tutup Andi Muh. Idik Indra.
Comment