Usai Kunjungan Mensos Gus Ipul, PKH Gowa Perkuat Penjangkauan Anak Keluarga Sangat Kurang Mampu ke Sekolah Rakyat

Gowa, Mediain.id – Kunjungan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, ke Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Pajjaiang No. 73, Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Jumat (7/8/2026), menjadi penyemangat bagi para pendamping sosial di lapangan.

Salah satunya dirasakan Muhammad Fadhil, Pendamping SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Gowa. Ia mengaku semakin termotivasi untuk aktif menjangkau anak-anak dari keluarga sangat kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Menurut Fadhil, kehadiran Mensos Gus Ipul membawa pesan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, tetapi juga menjadi wujud nyata upaya pemerintah membuka akses masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin.

Komitmen tersebut, kata dia, semakin menguatkan tekadnya untuk turun langsung ke masyarakat, menemukan keluarga yang membutuhkan, serta memastikan anak-anak mereka tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

“Kedatangan Bapak Menteri Sosial Gus Ipul menjadi penambah spirit bagi saya untuk bekerja lebih keras dan lebih semangat dalam menjangkau serta memfasilitasi anak-anak dari keluarga yang sangat kurang mampu untuk bisa masuk Sekolah Rakyat,” ujar Muhammad Fadhil.

Fadhil mengatakan, masih banyak keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi maupun persoalan sosial yang tidak tampak secara kasat mata. Kondisi tersebut membuat sebagian keluarga kerap luput dari perhatian karena memilih bertahan dalam diam tanpa banyak mengeluhkan kesulitan yang mereka hadapi.

Karena itu, menurutnya, peran pendamping sosial tidak cukup hanya menunggu laporan dari masyarakat. Pendamping harus proaktif hadir di tengah masyarakat untuk melihat langsung kondisi keluarga dan mengidentifikasi anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.

“Ada keluarga-keluarga yang penderitaannya tidak nampak, tidak terlihat. Mereka mungkin tidak banyak berbicara tentang kesulitan yang dihadapi, tetapi anak-anak mereka membutuhkan perhatian dan kesempatan. Di situlah kita harus hadir sebagai pendamping sosial,” katanya.

Ia menilai, kesempatan mengenyam pendidikan melalui Sekolah Rakyat dapat menjadi titik awal bagi anak-anak dari keluarga sangat kurang mampu untuk keluar dari lingkaran keterbatasan dan membangun masa depan yang lebih baik.

Fadhil juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pendamping sosial, pemerintah daerah, pemerintah desa hingga masyarakat, untuk bersama-sama melakukan penjangkauan terhadap anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.

“Tugas kita bukan hanya mendata dan mendampingi, tetapi memastikan anak-anak yang selama ini tidak terlihat itu bisa kita temukan, kita fasilitasi dan kita perjuangkan agar mendapatkan kesempatan pendidikan. Bagi saya, satu anak yang berhasil kita jangkau adalah satu masa depan yang sedang kita selamatkan,” tegasnya.

Ia berharap kunjungan Mensos Gus Ipul ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan menjadi momentum untuk memperkuat semangat para pendamping sosial dalam memastikan program pemerintah benar-benar menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.

“Saya ingin terus bergerak, terus menjangkau dan terus memfasilitasi. Karena di balik keluarga yang tidak terlihat itu, ada anak-anak yang memiliki cita-cita dan masa depan. Mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan menjadi generasi yang lebih baik,” tutup Muhammad Fadhil.

Comment