Maros, Mediain.id – Persoalan keamanan dan kualitas air menjadi sorotan warga Perumahan Royal Sentraland BTP, Jalan Poros Pammanjengan, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Warga menyebut sejumlah kasus pencurian telah terjadi sejak 2020, sementara kualitas dan ketersediaan air juga dinilai masih perlu mendapat perhatian dari pihak pengelola.
Keluhan tersebut menjadi bagian dari sejumlah persoalan yang disampaikan warga, mulai dari keamanan, air, kebersihan, fasilitas umum, infrastruktur hingga komunikasi dengan pihak pengelola.
Salah satu warga, MF mengatakan persoalan tersebut bukan hal baru. Menurutnya, berbagai keluhan telah berlangsung selama bertahun-tahun dan warga berharap adanya pembenahan yang lebih konkret.
MF menyebut sejak 2020 hingga saat ini telah terjadi beberapa kasus pencurian di lingkungan perumahan. Warga menilai kondisi tersebut perlu diikuti dengan evaluasi serta penguatan sistem keamanan.
“Sejak 2020 sampai sekarang ada beberapa kejadian pencurian. Kami melihat belum ada pembenahan keamanan yang benar-benar memberikan rasa aman kepada warga,” ucap MF, Jumat (21/8/2026) dalam petisi yang diterima Mediain.id.
Menurutnya, persoalan keamanan tidak sebatas kerugian akibat kehilangan barang. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan rasa aman penghuni, termasuk anak-anak yang beraktivitas di kawasan perumahan.
“Ini bukan hanya soal kehilangan barang, tetapi menyangkut rasa aman dan kenyamanan warga. Kami ingin ada tindakan nyata dari pengelola,” ujarnya.
Selain keamanan, persoalan air turut menjadi perhatian warga. Mereka meminta pengelola melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala melalui laboratorium dengan parameter biologi, kimia dan fisika sesuai standar.
Warga juga mengusulkan adanya fasilitas pengujian laboratorium secara mandiri agar hasil pemeriksaan kualitas air yang digunakan penghuni dapat diketahui secara transparan.
MF menilai kapasitas produksi pengolahan air juga perlu ditingkatkan seiring bertambahnya jumlah penghuni. Hal itu dinilai penting untuk memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi dengan tekanan dan kualitas yang memadai.
“Air ini kebutuhan dasar. Kami berharap kualitasnya benar-benar diperhatikan dan ada transparansi melalui uji laboratorium secara berkala,” tuturnya.
Untuk memperkuat pengamanan, warga mengusulkan penambahan personel, yakni empat petugas di gerbang utama dan dua petugas pada setiap cluster. Penambahan pos keamanan di kawasan Ruko Piccadilly juga menjadi salah satu usulan.
Tak hanya menambah personel, warga meminta sistem pengamanan diperkuat melalui penerapan kartu akses, pemisahan jalur kendaraan warga dan tamu di gerbang utama, serta pemasangan CCTV di setiap sudut atau lorong yang terhubung dengan pos induk.
Akses kendaraan pekerja dan tukang juga diminta ditertibkan. Warga turut mendorong perbaikan pos keamanan, sosialisasi SOP pengamanan serta konsistensi personel security agar petugas lebih mudah mengenali penghuni.
“Security juga harus mengenal warga. Kalau personelnya sering berganti, tentu sulit untuk mengenali siapa penghuni dan siapa yang bukan,” ucap MF.
Persoalan fasilitas lingkungan juga masuk dalam daftar keluhan warga. Mereka meminta perbaikan lampu penerangan, gorong-gorong, penataan kabel, fasum lama hingga perluasan jangkauan petugas kebersihan ke lorong belakang.
Selain fasilitas yang telah tersedia, warga mempertanyakan sejumlah fasilitas yang sebelumnya dijanjikan, di antaranya Water Theme Park dan fasilitas taman di kawasan Boulevard.
MF mengatakan berbagai keluhan tersebut telah disampaikan melalui komunikasi dengan pengelola maupun aksi penyampaian aspirasi. Namun, warga masih mengharapkan adanya tindak lanjut dan komunikasi yang lebih terbuka dari BSA Land selaku pengelola.
“Kami sudah menyampaikan keluhan dan melakukan berbagai upaya agar persoalan ini mendapat perhatian. Kami berharap BSA Land tidak hanya menerima keluhan, tetapi benar-benar mengambil tindakan nyata,” katanya.
Warga berharap tuntutan tersebut dapat menjadi perhatian pengelola sehingga kondisi lingkungan hunian dapat semakin aman, nyaman, sehat dan memiliki fasilitas yang layak.
Menurut warga, penyelesaian persoalan tersebut juga berkaitan dengan kualitas hidup penghuni serta upaya menjaga nilai investasi rumah yang telah dimiliki.
“Harapan kami sederhana, kami ingin tinggal di lingkungan yang aman, nyaman, airnya layak, fasilitasnya terawat dan pengelolanya komunikatif. Kami berharap suara warga benar-benar didengar,” pungkas MF.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Manajemen Royal Sentraland, Moh. Saiful belum memberikan tanggapan atas keluhan warga saat dikonfirmasi.
Comment