Soroti Kerusakan Bawakaraeng-Lompobattang, Direktur JEMBATAN Desak Pemerintah Libatkan Warga

Makassar, Mediain.id – Kerusakan ekosistem di kawasan pegunungan Bawakaraeng–Lompobattang, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian Jaringan Pengembangan Potensi Pedesaan (JEMBATAN). Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada ketersediaan air, produktivitas pertanian hingga keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitarnya.

Direktur JEMBATAN, Haerullah menyatakan keprihatinannya terhadap keberlanjutan kawasan yang selama ini menjadi salah satu penopang kehidupan masyarakat pedesaan.

“Menjaga kawasan pegunungan berarti menjaga kehidupan masyarakat pedesaan,” ujar Haerullah, Senin (28/9/2026).

Menurut dia, Bawakaraeng–Lompobattang bukan sekadar gugusan pegunungan. Kawasan tersebut memiliki hutan, sumber air dan lahan pertanian yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menopang kehidupan warga.

Ia menilai, kerusakan lingkungan tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan hilangnya tutupan hutan atau berubahnya bentang alam. Dampaknya bisa meluas hingga mengganggu kesuburan tanah, ketersediaan air bersih, produktivitas pertanian dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Karena itu, Haerullah mendesak pemerintah dan seluruh pihak terkait memberi perhatian serius terhadap kondisi kawasan Bawakaraeng–Lompobattang.

Dia juga meminta agar berbagai aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan dievaluasi secara terbuka dengan mengacu pada kajian ilmiah, data lapangan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Selain perlindungan lingkungan, Haerullah menekankan pentingnya melibatkan masyarakat desa dalam upaya menjaga kelestarian kawasan tersebut.

Menurutnya, warga yang tinggal di sekitar pegunungan memiliki pengetahuan lokal mengenai kondisi tanah, sumber air, perubahan musim hingga aktivitas pertanian yang berlangsung selama ini.

Pengetahuan tersebut dinilai penting dan harus menjadi pertimbangan dalam setiap pengambilan kebijakan terkait pengelolaan lingkungan.

Pihaknya mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima dampak, tetapi juga diberi ruang untuk terlibat langsung dalam pengawasan dan pengelolaan kawasan.

Keterlibatan itu dapat dilakukan melalui pemantauan lingkungan, pemetaan wilayah yang mengalami kerusakan, pelaporan dugaan pelanggaran hingga program rehabilitasi.

Di sisi lain, Haerullah meminta pemerintah membuka informasi kepada publik terkait status kawasan, pemanfaatan ruang, aktivitas di sekitar pegunungan, kajian lingkungan hingga program perlindungan dan pemulihan yang telah dilakukan.

Menurut dia, keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat dapat ikut mengawasi kondisi lingkungan di wilayahnya.

Jika ditemukan aktivitas yang terbukti melanggar aturan atau merusak fungsi kawasan, dia meminta aparat dan instansi terkait menindaklanjutinya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Tak hanya soal pengawasan, Haerullah turut mendorong percepatan pemulihan kawasan yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, rehabilitasi lingkungan tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Program pemulihan harus berdasarkan pemetaan dan kajian lapangan, memiliki target yang jelas serta dievaluasi secara berkala.

Pelibatan masyarakat setempat juga dinilai penting agar upaya rehabilitasi berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi warga.

Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat desa harus menjadi bagian dari solusi. Pengembangan potensi ekonomi lokal diharapkan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga kesejahteraan masyarakat dapat berjalan seiring dengan kelestarian alam.

Haerullah mengajak pemerintah, akademisi, komunitas lingkungan, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta memulihkan kawasan Bawakaraeng–Lompobattang.

Dia menegaskan, kelestarian kawasan pegunungan tersebut berkaitan erat dengan masa depan masyarakat, terutama dalam menjaga ketersediaan air, ketahanan pangan, produktivitas pertanian dan keselamatan warga.

Menjaga Bawakaraeng–Lompobattang, menurut dia, bukan hanya tentang melestarikan hutan dan pegunungan, tetapi juga memastikan generasi mendatang tetap memiliki lingkungan yang sehat dan ruang hidup yang aman.

Comment