Makassar, Mediain.id – Tangis histeris mewarnai penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Jalan Tanjung Bunga, Kota Makassar, Rabu (10/6/2026) malam. Sejumlah pedagang, terutama perempuan, tak kuasa menahan air mata saat petugas gabungan mengamankan lapak dan perlengkapan dagangan mereka.
Penertiban dilakukan oleh personel gabungan dari Satpol PP bersama aparat TNI dan Polri. Petugas menyisir kawasan CPI yang selama ini digunakan sejumlah PKL untuk berjualan.
Satu per satu lapak dan perlengkapan milik pedagang didata sebelum ditertibkan. Namun, proses tersebut sempat diwarnai ketegangan karena sejumlah pedagang keberatan saat barang dagangan mereka hendak diamankan.
Pantauan di lokasi, beberapa pedagang perempuan tampak menangis histeris ketika petugas mulai membawa perlengkapan dagangan mereka. Adu mulut pun tak terhindarkan saat petugas mencoba mengamankan perlengkapan milik seorang pedagang bakso bakar.
“Bukan ja pencuri kodong,” teriak pedagang tersebut di hadapan petugas.
Dengan suara bergetar, pedagang perempuan itu mengaku hanya berusaha mencari nafkah untuk keluarganya.
“Ini ji mata pencaharian ku. Sakit suamiku,” katanya.
Situasi semakin memanas ketika petugas berupaya membawa sejumlah peralatan dagangan yang berada di lokasi. Pedagang tersebut terus berusaha mempertahankan barang miliknya agar tidak dibawa.
Bahkan sempat terjadi aksi saling tarik-menarik sebuah boks dagangan antara pedagang dan petugas Satpol PP.
“Jangan ambil barangku,” ujar pedagang itu sambil menangis histeris.
Petugas kemudian menjelaskan bahwa penertiban dilakukan karena para pedagang sebelumnya telah menerima surat pemberitahuan untuk tidak lagi berjualan di kawasan tersebut.
“Sudah kami surati, sudah ki disurati. Ambil ki ini,” kata seorang petugas berpakaian putih.
Meski demikian, pedagang tetap berusaha mempertahankan perlengkapan dagangannya. Sejumlah petugas lainnya kemudian berupaya menenangkan pedagang agar situasi tidak semakin memanas.
Aparat gabungan juga mengimbau para PKL untuk tidak lagi berjualan di lokasi yang menjadi sasaran penertiban.
Setelah berlangsung beberapa saat, ketegangan akhirnya mereda. Para pedagang membubarkan diri dari lokasi, sementara petugas gabungan kembali melakukan patroli di sekitar kawasan CPI Makassar untuk memastikan area tetap tertib.
Comment