MAKASSAR, Mediain.id – Group CEO & Co-Founder Grab, Anthony Tan, mendatangi rumah duka Rusmadiansyah, driver Grab yang tewas dikeroyok massa saat kericuhan aksi di depan Kampus UMI, Makassar. Kehadiran Anthony menjadi bentuk duka mendalam sekaligus janji perlindungan bagi mitra Grab.
Tangis pilu terdengar di rumah sederhana di Lorong 501, Kelurahan Karampuang, Panakkukang, Makassar. Saerah (53), ibu almarhum Rusmadiansyah (26), tak kuasa menahan air mata saat menerima tamu istimewa, Anthony Tan, yang datang langsung dari Singapura untuk melayat.
Dandi, sapaan akrab Rusmadiansyah, tewas dikeroyok massa saat kericuhan aksi di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada Jumat (29/8/2025). Ia meninggal secara tragis setelah dituding massa sebagai intel.
Anthony hadir dengan kemeja hitam dan kopiah. Ia ditemani Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza R. Munusamy dan Director of East Operations Grab Indonesia Halim Wijaya. Suasana hening seketika saat mereka duduk di ruang tamu, menyimak isak tangis keluarga.
Dengan suara bergetar, Anthony menyampaikan rasa kehilangan mendalam.
“Tidak banyak yang bisa saya katakan. Ini adalah waktu yang sangat sedih. Dandi telah bersama kami selama tujuh tahun, bukan hanya sebagai mitra yang baik, tapi juga pribadi yang baik bagi komunitas. Tidak ada yang pantas mengalaminya,” ujarnya.
Anthony menekankan bahwa Grab tidak hanya hadir sebagai perusahaan, tapi juga sebagai keluarga besar yang merasa kehilangan.
“Dia masih muda, sehat, dan baik. Kehilangan ini berat bagi kami semua. Bantuan apa pun tidak akan bisa menggantikan sosok Dandi. Tapi kami hadir untuk keluarga, dan kami berdoa agar tidak ada lagi tragedi seperti ini menimpa siapa pun,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Tirza R. Munusamy menegaskan Grab berkomitmen mendukung keluarga almarhum.
“Kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya. Mas Dandi adalah bagian dari keluarga besar Grab. Karena itu, kami menanggung kepesertaan BPJS kesehatan bagi ayah, ibu, adik, ipar, serta bayi kecil keluarga almarhum selama dua tahun ke depan,” jelas Tirza.
Selain santunan duka, Grab juga memberikan modal usaha dengan pendampingan melalui Grab Kios agar keluarga tetap memiliki penghidupan.
“Mas Dandi adalah tulang punggung keluarga. Kami ingin membantu agar roda ekonomi mereka tetap berjalan,” katanya.
Tak hanya untuk keluarga almarhum, Grab juga memperkuat perlindungan bagi mitra lain dengan meluncurkan Gercep (Grab Respon Cepat), layanan darurat untuk driver yang menghadapi situasi rawan.
“Kami berdiri bersama mitra kami. Kami mohon doa untuk para driver lain yang masih berjuang di rumah sakit, semoga lekas pulih,” tutup Tirza.
Sementara itu, Reza (25), ipar almarhum, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan Grab.
“Kami berterima kasih kepada Grab karena sudah diperhatikan sampai sejauh ini, kami sangat berterima kasih sekali,” pungkasnya.
Comment