Dewan Pengawas RSUD Hajjah Andi Depu Soroti Minimnya Pembahasan RBA dan Buruknya Pelayanan IGD

Polewali Mandar, Mediain.id – Anggota Dewan Pengawas RSUD Hajjah Andi Depu, Givan Andra Pratama, menilai manajemen rumah sakit perlu melakukan pembenahan internal sebelum menjalankan berbagai program. Ia menegaskan bahwa Dewan Pengawas tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA).

“Seharusnya internal dibenahi dulu agar tidak terkesan hanya ideal di atas kertas. Kami di Dewan Pengawas sama sekali tidak pernah membahas RBA dan saya pribadi tidak pernah dilibatkan dalam penyusunannya,” ujar Givan, Kamis (27/11/2025) pada awak media.

Givan juga mengkritik kinerja Ketua Dewan Pengawas yang dinilainya lebih banyak menghadiri kegiatan seremonial ketimbang menjalankan fungsi pengawasan.

“Ketua Dewan Pengawas justru sibuk mengikuti acara seremonial. Padahal tugas utamanya adalah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan serta keuangan rumah sakit,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti kondisi pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), mulai dari fasilitas hingga koordinasi layanan yang dianggap buruk.

“Pendingin ruangan di IGD tidak berfungsi optimal. Proses pemindahan pasien ke ruang perawatan juga lambat. Ada juga pasien yang ingin dirujuk dari Puskesmas ke IGD RSUD penerimaannya terkadang lambat, bahkan ada yang pernah meninggal di Puskesmas sebelum diterima rujukannya” ucap Givan.

Ia menambahkan, keluhan masyarakat terkait kurangnya komunikasi petugas juga masih sering muncul.

“Ada laporan tentang kepala ruangan yang sulit dihubungi. Ini keluhan langsung dari masyarakat. Bahkan pernah terjadi pasien di puskesmas meninggal karena lambatnya proses rujukan,” ungkapnya.

Givan berharap manajemen rumah sakit dan Dewan Pengawas dapat menjalankan fungsi masing-masing secara profesional demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Penulis: Tamrin M, S.Pd

Comment