Politik Bukan Panjat Pinang, Semakin Naik Semakin Licin dalam Kancah Perpolitikan Sulawesi Barat

Polewali Mandar, Mediain.id, Sabtu 18 April 2026 – Dinamika politik di Sulawesi Barat pasca pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur terus menjadi sorotan. Analogi “politik bukan panjat pinang” mencerminkan bahwa semakin tinggi posisi yang dicapai, semakin besar pula tantangan dan kompleksitas yang harus dihadapi.

Walidar, SH, mantan Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Palili Makassar, dan juga Mantan Aktifis 98. menilai bahwa kemenangan pasangan SDK–JSM dalam Pilgub Sulawesi Barat tidak terlepas dari adanya tiga kekuatan utama yang bekerja secara relevan dan signifikan di belakang layar.

Tiga figur yang memiliki peran strategis dalam kemenangan tersebut adalah Ary Iftikhar Shihab dari partai Nasdem, Syamsul Samad dari partai Demokrat, dan Jalaluddin dari partai PKS, Mereka adalah kekuatan yang tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan politik yang terjadi kemarin,” ujar Walidar.

Menurutnya, kolaborasi ketiga tokoh tersebut menjadi faktor penting dalam menggerakkan mesin politik dan membangun konsolidasi yang solid hingga mampu mengantarkan kemenangan SDK–JSM.

Lebih lanjut, Walidar juga menyinggung dinamika pasca wafatnya almarhum JSM. Ia menilai bahwa figur pengganti yang potensial untuk melanjutkan peran strategis tersebut dapat dilihat dari sosok-sosok yang telah terbukti berkontribusi besar dalam kemenangan Pilgub sebelumnya.

“Salah satu dari tiga nama itu sangat layak dipertimbangkan sebagai figur yang mampu menggantikan almarhum JSM, karena mereka telah menunjukkan kapasitas dan pengaruh nyata dalam kontestasi politik kemarin,” tambahnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa peta politik Sulawesi Barat masih akan terus bergerak dinamis. Konsolidasi kekuatan, loyalitas jaringan, serta kemampuan menjaga stabilitas akan menjadi kunci utama dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.

Comment