Lima Tahun Tanpa Perbaikan Permanen, Jalan di Desa Bolaromang Rusak Parah

Gowa, Mediain.id – Akses penghubung antarwilayah di Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini berada dalam kondisi memprihatinkan.

Jalan yang menjadi jalur vital menuju wilayah perbatasan Kabupaten Sinjai, khususnya kawasan Sinjai Barat, mengalami kerusakan parah dan belum mendapat penanganan permanen selama bertahun-tahun.

Kerusakan yang terjadi bukan persoalan baru. Warga setempat menyebut kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa solusi yang benar-benar tuntas. Salah satu warga Desa Bolaromang, Irsam, mengungkapkan lamanya persoalan tersebut.

“Kurang lebih lima tahun,” kata Irsam, Senin (23/2/2026) saat ditemui.

Menurutnya, upaya perbaikan sebenarnya pernah dilakukan. Namun, hasilnya tidak bertahan lama. Jalan kembali rusak bahkan sebelum material benar-benar mengering, terlebih karena kerap dilintasi kendaraan bertonase berat.

“Sudah di kerja belum kering lewat lagi mobil truk,” ungkapnya.

Ia menilai persoalan drainase menjadi faktor utama kerusakan yang terus berulang. Air hujan disebut tidak mengalir melalui saluran sebagaimana mestinya, melainkan meluap dan menggerus badan jalan.

“Air kalau hujan tidak lewat saluran tapi lewat jalan itu kendalanya juga,” tuturnya.

Tingkat kerusakan pun disebutnya sudah sangat mengkhawatirkan.

“Sudah hampir seratus persen kalau masalah parahnya,” sebut Irsam.

Dampaknya terasa langsung bagi masyarakat. Aktivitas kerja dan distribusi hasil pertanian kerap terganggu.

Setiap kali dilakukan perbaikan, jalan kembali rusak hanya dalam hitungan hari akibat genangan air dan konstruksi yang dinilai tidak memadai.

“Masalah kerja warga yah sering memang dikerjakan tapi itu sudah di kerja lagi ada air dan masuk lagi di jalanan, seharusnya jalan betong baru bisa, kalau seperti itu yah lima hari hancur lagi,” paparnya.

Irsam berharap pemerintah menghadirkan solusi permanen dengan konstruksi yang lebih kokoh, seperti beton atau aspal berkualitas, agar jalan tersebut tidak lagi menjadi persoalan tahunan.

“Kalau masalah kerjasamanya di sini yah luar biasa, kondisi jalan memang tidak sanggup kalau bukan beton atau aspal,” pungkasnya.

Kerusakan jalan lintas perbatasan ini bukan hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menghambat arus ekonomi antarwilayah di Sulawesi Selatan.

Masyarakat kini menanti langkah konkret agar akses penghubung dua kabupaten tersebut kembali layak, aman, dan mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi warga.

Comment